Dapur MBG Titiwangi Disorot, Salurkan Makanan Busuk dan Telur Mentah di Protes Warga
KORANLAMPUNG.ID, Candipuro-LAMSEL–Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Titiwangi Dibawah naungan SPPG Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan kini menjadi sorotan tajam.Pasalnya Warga penerima manfaat secara terbuka menolak makanan yang disalurkan, menyusul dugaan kuat kualitas penyajian yang tidak layak konsumsi.
dikutif oleh media lensanewstv.com , Penolakan terjadi pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan yang telah didistribusikan ke kader dilaporkan tidak diterima oleh warga, sebagai bentuk protes atas kondisi yang dinilai sudah melewati batas toleransi.
Keluhan warga bukan tanpa alasan. Sejumlah penerima manfaat mengaku berulang kali menemukan makanan dalam kondisi tidak layak, mulai dari buah busuk hingga telur yang masih mentah. Ironisnya, menu yang disajikan juga disebut tidak pernah mengalami perubahan.
Kami sudah sering komplain, tapi tidak pernah diindahkan,” ujar salah satu warga.
Tidak hanya warga, kader posyandu pun disebut telah beberapa kali menyampaikan keluhan langsung ke pihak dapur SPPG. Namun, hingga kini tidak ada perbaikan signifikan yang dilakukan.
“Sudah sering kami protes, namun makanan masih tidak ada perubahan.”sebutnya.
Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian serius dalam pengelolaan program yang seharusnya menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Program yang digagas untuk meningkatkan gizi justru berbalik menuai penolakan karena kualitas yang dipertanyakan.
Untuk diketahui aspirasi warga diteruskan ke awak media sekitar pukul 13.50 WIB, yang langsung melakukan pengecekan di dapur SPPG Titiwangi.
Hasil di lapangan menguatkan fakta bahwa makanan yang telah disiapkan memang tidak diterima oleh warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur SPPG, termasuk Kepala SPPG Muhamad Rivaldo, belum memberikan klarifikasi. Sikap bungkam ini justru memperbesar tanda tanya publik terhadap pengelolaan program tersebut.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kepercayaan masyarakat yang tergerus, tetapi juga tujuan utama program berpotensi gagal total. Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh, audit ketat, serta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. (FH)
Views: 94
