Polres Bangka Barat Tangkap Penyelundupan Pupuk Distributor dan PPK Oku Timur Diduga Dalangnya

0
Screenshot_2026_0701_094833

KORANLAMPUNG.ID-Oku Timur. Beredar pemberitaan jajaran Polisi Resor (Polres) Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung (Babel) berhasil mengamankan penyelundupan pupuk bersubsidi dari kabupaten ogan komring ulu timur (Okut), provinsi sumatera selatan (Sumsel).

Penangkapan pada hari minggu 05 maret 2026, sekitar pukul 22.30 WIB tim berhasil mengamankan satu pengemudi (Sopir) truk coeldesel mitsubishi canter, yang diduga membawa pupuk subsidi merek urea dan ponska sebanyak 10 ton.

Ironisnya pejabat pembuat komitmen (PPK) kabupaten oku timur sumsel terkesan tutup mata. Sebab tidak melakukan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sehingga menimbulkan tanda tanya.??.

Kuat dugaan berdasarkan konfirmasi pada selasa 30 juni 2026 oleh team media ini. Halim selaku PPK membenarkan ada penyelundupan pupuk subsidi, dari kabupaten oku timur yang di tangkap pihak polres bangka barat, provinsi bangka belitung pada bulan april lalu.

“Pada bulan 05 juni 2026 saya memenuhi berita acara pemanggilan (BAP) polisi guna di mintai keterangan polres bangka barat. Penyidik mengatakan bahwa penyelundupan pupuk subsidi di kirim oleh agen enggal jaya kecamatan madang suku I, kabupaten oku timur,”terang Halim menirukan penyidik.

Ditempat yang sama di kediaman mantan dewan perwakilan rakyat (DPRD) kabupaten oku timur. Ibrahim sebagai distributor seakan tak bersalah, agen di bawah naungan distributornya menjual pupuk keluar daerah tampa rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Menguat dugaan ada sindikat mafia pupuk bersubsidi, meski polisi sudah menangkap sopir dan mengamankankan barang bukti namun pihak PPK dan distributor tutup mata tidak melakukan tindakan tegas terhadap agen pupuk.

Sementara itu, agen enggal jaya, sudah di panggil polres bangka barat di mintai keterangan, BAP melalui meting zoom sesuda ada pemanggilan pak halim selaku PPK.

Agar tegaknya keadilan serta proses hukum tegak lurus di negara kesatuan republik indonesia (NKRI), pusat bantuan hukum (PBH) feradi WPI perwakilan sumatra selatan. Riyanto mendesak polres bangka barat polda bangka belitung usut sampai ke akar akarnya.

“Penjual pupuk di luar RDKK sampai ke luar provinsi, tentu praktik mafia kelas kakap dan para sindikat yang sudah tersetruktur jaringan di dalam maupun di luar provinsi,”tegas Riyanto.

Team kami segera mempertanyakan, polres oku timur dan polda sumsel yang terkesan lemahnya kontrol sehingga mafia berlenggang melaju ke provinsi babel.”terang riyanto.(Team/Ryn

Views: 17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *