Heboh, Arwana Homestay di Wilayah Talang Kembali di Grebek Warga, Pergoki Dua Remaja Dalam Satu Kamar

0
InCollage_20260215_023300598

KORANLAMPUNG.ID,Bandar Lampung–Polemik terkait Arwana Homestay di wilayah Talang, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung kembali mencuat. Pada Sabtu malam (14/2/2026), sejumlah warga mendatangi kembali menggerebek lokasi homestay yang sebelumnya sempat dimediasi dan diminta untuk ditutup secara permanen menyusul keresahan masyarakat sekitar.

Kedatangan warga malam itu bertujuan untuk memastikan informasi yang beredar bahwa penginapan tersebut diduga masih beroperasi dan menerima tamu. Dalam rekaman video yang beredar, warga terlihat melakukan klarifikasi langsung kepada penjaga homestay terkait aktivitas operasional di lokasi.

Penggerudukan warga tersebut turut didampingi oleh pihak institusi, yakni Babinsa Agung serta Bhabinkamtibmas Eko, bersama anggota Linmas yang berperan aktif dalam meredam situasi agar tetap kondusif dan tidak terjadi tindakan anarkis di lokasi.

Menurut keterangan salah satu warga bernama Firman, kedatangan mereka tidak didampingi oleh RT setempat. Ia menyebut pihak RT telah dihubungi, namun tidak dapat hadir. Warga kemudian diwakili oleh Pak Mamat dan Pak Pian, serta didampingi tokoh agama, Pak Ali, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Homestay Arwana dibuka kembali, terdapat dua remaja dalam satu kamar, kami warga minta segera di tutup permanen.”kata Firman.

Kemudian Dalam percakapan yang terekam, penjaga homestay mengakui bahwa masih ada tamu yang datang melalui pemesanan online. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat menolak tamu karena menjalankan arahan dari pihak pengelola. Terkait pendataan, penjaga menjelaskan bahwa tamu hanya diminta menunjukkan KTP, namun ia tidak mengetahui secara pasti status hubungan tamu yang menginap.

Hal tersebut kembali memicu pertanyaan dari warga, mengingat sebelumnya homestay tersebut telah menjadi polemik dan sempat dimediasi oleh pihak kelurahan. Warga menilai dugaan aktivitas operasional yang masih berlangsung menambah keresahan di lingkungan sekitar.

Perwakilan warga, Pak Mamat, menyampaikan bahwa keberadaan homestay yang diduga masih beroperasi semakin meresahkan, terlebih menjelang bulan Ramadan, dimana masyarakat berharap suasana lingkungan tetap kondusif untuk beribadah.

“Ini tidak bisa di biarkan, bila tidak segera di tutup homestay ini bakal mencoreng nama baik kelurahan di lingkungan kami, ini udah jelas tempat prostitusi.”sebut Mamat Warga.

Meski situasi di lokasi sempat berlangsung tegang, berkat pendampingan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Linmas, kondisi dapat dikendalikan dan warga tetap diimbau untuk tidak melakukan tindakan kekerasan serta menyampaikan aspirasi secara tertib.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi terbaru dari pihak pengelola Arwana Homestay maupun instansi berwenang terkait dugaan kembali beroperasinya penginapan tersebut.(FH)

Views: 136

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *