Warga Tarahan Keluhkan Pembangunan PT Indo Coco Thai Investama Akibatkan Banjir, Mesjid Terendam Banjir

0
IMG-20260327-WA0014

KORANLAMPUNG.ID,Lampung Selatan– Warga Dusun Batu Payung, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan, keluhkan pembangunan PT Indo Thai Coco Investama (ITCI). Pembangunan perusahaan tersebut dinilai merugikan warga karena diduga kuat menutup aliran sungai, sehingga mengganggu sistem drainase, dan menyebabkan banjir yang baru pertama kali terjadi dalam puluhan tahun terakhir.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga dalam musyawarah bersama Koalisi Lembaga Bersatu Tegak Bersama Ahli Aktivis ( KLB Tebas). Mereka menilai pembangunan PT ITCI telah menutup akses aliran sungai menuju laut, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman dan masjid saat hujan deras.

Perwakilan warga setempat sekaligus tokoh masyarakat Arifin RD mengatakan, warga terpaksa mendatangi dan mengajak tim KLB-TEBAS untuk melaporkan permasalahan banjir ini ke Pemda Lampung Selatan karena berbagai upaya penyelesaian di tingkat bawah tidak membuahkan hasil.

“Kami datang kepada Tim KLB Tebas karena sudah mencari berbagai solusi atas intimidasi dan dampak pembangunan PT ITCI. mereka membangun perusahaan dengan cara mendirikan pagar beton sehingga menutup saluran air drainase, sehingga air tidak bisa mengalir ke laut.” ujar Arifin, kepada wartawan Jum’at 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, setiap hujan terjadi banjir dan merendam rumah warga dan tempat ibadah masjid, Menurut warga, banjir tersebut merupakan kejadian pertama dalam puluhan tahun terakhir.

“Selama kami tinggal di sana, bahkan sudah puluhan tahun, tidak pernah banjir. Tapi saat hujan deras, air langsung meluap karena aliran sungai di sekitar proyek perusahaan ditutup.” kata Arifin.

Arifin berharap ada tindak tegas dari Pemda Lampung Selatan untuk mengatasi banjir dan juga memberikan teguran kepada pihak perusahaan agar lebih memperhatikan dampak lingkungan.”ucapnya.

Menanggapi aduan dan keluhan sejumlah warga, Anggota tergabung dalam Koalisi Lembaga Bersatu Tegak Bersama Ahli Aktivis (KLB-TEBAS) Merwan menyatakan, dirinya bersama tim telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi masjid yang terendam banjir pada jumat (27/3/2026), Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan adanya penutupan saluran air di sekitar area pembangunan.

“Untuk pembangunan perusahaan itu ternyata saluran di sekitarnya ditutup. Padahal seluruh saluran air bermuara ke titik tersebut. Dampaknya bukan hanya masjid yang terendam banjir, tetapi juga berdampak pada rumah warga di sekitarnya.”kata Merwan.

Ia mengungkapkan, dampak penutupan saluran tersebut bahkan menyebabkan sebuah masjid yang selama puluhan tahun tidak pernah banjir, kini ikut terendam air.

“Ini bukti bahwa pembangunan tersebut tidak memperhatikan dampak lingkungan dan sosial. Perubahan fungsi saluran air membuat drainase tidak optimal dan memicu banjir,” tegasnya.

Merwan menambahkan, KLB-TEBAS bersama tim telah meminta Pemda Lampung Selatan khususnya Instasi terkait untuk segera menerbitkan surat peringatan kepada pihak perusahaan PT ITCI, atas dugaan pelanggaran perubahan fungsi saluran serta pelanggaran keamanan dan ketertiban.

“Kami mendorong Pemda Lampung Selatan bertindak tegas menangani masalah ini dikarenakan sudah sangat merugikan masyarakat, kami berharap pihak perusahaan diberikan teguran atau peringatan agar segara mengatasi dampak banjir tersebut. Jika tetap melanggar, izin pembangunan perusahaan bisa dicabut,” ujarnya.

Sementara itu pihak perusahaan saat ingin di konfirmasi enggan menemui, melalui pihak keamanan satpam mengatakan pihak managament tidak bisa ditemui.

“pihak perusahaan tidak bisa ditemui, semua lagi sibuk pada rapat. datang lain kali saja.” ucap satpam PT ITCI.

Sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari kepala desa Tarahan dan camat katibung Lampumg Selatan. (FH)

 

Views: 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *