Nasib Miris ,Warga Desa Karang Pucung Kecamatan Way Sulan,Mbah Dasno Berjuang Hidup Sama Dua Cucunya Tanpa Tempat Tinggal

0
IMG-20260320-WA0053

KORANLAMPUNG.ID-Way Sulan, Lampung Selatan – Kondisi yang sangat memilukan menghampiri Mbah Dasno, seorang lansia berusia (83) yang setiap hari harus berjualan somay keliling di wilayah Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan. Perjuangannya tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk menghidupi dua cucunya yang kini menjadi tanggung jawabnya. Semenjak di tinggal kedua orang tuanya mencari nafkah di ibukota.

Ditemui di kediaman kerabatnya yang bernama Ropidin di Dusun 4 RT 4 Desa karang Pucung Kecamatan Way Sulan pada hari Jumat (20/3/2026), Mbah Dasno menceritakan bahwa aktivitas berjualannya sudah menjadi rutinitas sehari-hari selama bertahun-tahun. Ia harus berkeliling dari satu jalan ke jalan lain, mulai dari pagi hingga sore hari, hanya untuk mendapatkan rejeki yang bisa mencukupi kebutuhan dasar.

“Setiap hari saya keluar berjualan somay, kalau hari ramai bisa dapat penghasilan antara Rp50 ribu sampai Rp70 ribu. Tapi kalau sepi, bisa saja kurang dari itu. Uang itu hanya cukup untuk makan sehari-hari saya dan dua cucu saya yang sedang saya asuh,” jelas Mbah Dasno dengan suara yang lemah namun penuh tekad.

PERNAH MEMILIKI RUMAH, KINI ROBOH

Mbah Dasno mengaku bahwa dirinya sebenarnya pernah memiliki tempat tinggal sendiri beberapa tahun yang lalu. Rumah tersebut didapatkan bukan dari hasil usaha pribadi semata, melainkan melalui bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar dan upaya swadaya bersama.

Pewarta:Waluyo

Views: 22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *