Kios Sahabat Tani Diwilayah Kecamatan Tanjung Bintang Diduga Jual Pupuk Bersubsidi Diatas Harga HET

0
IMG-20251029-WA0026

KORANLAMPUNG.ID,Tanjung Bintang–Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan harus mengawasi penjualan pupuk subsidi secara ketat.Pasalnya kios penjualan pupuk bersubsidi yang beralamatkan di wilayah Desa Sri Katon di indikasi menjual pupuk bersubsidi diatas harga eceran tertinggi (HET) sehingga menjadi keluhan para petani.

Selain diduga menjual pupuk bersubsidi diatas harga eceran tertinggi (HET) kios sahabat tani milik Mumu Warga desa srikaton di kecamatan tanjung bintang itu (Pemilik Kios) secara sengaja tak memasang plang harga eceran pupuk bersubsidi dalihnya akan ada penurunan harga dari pemerintah.

Harga jual pupuk bersubsidi di kios Mumu sangat tinggi sepasang Rp.225 ribu.Pupuk jenis urea dan phonska.”ujar RO yang berprofesi sebagai petani,Selasa 28 Oktober 2025.

Menurutnya harga pupuk bersubsidi di Desanya tergolong sulit untuk didapat adapun ada di kios Milik Mumu harganya bertentangan dengan aturan pemerintah.Mestinya harga pupuk jenis urea 90 ribu dan phonska Rp.90 ribu mestinya sepasang Rp.180 ribu.Ini tidak sepasang Harganya Rp.225 ribu.

“Ya,Justru itu pemilik kios menjual harga pupuk bersubsidi secara terang terangan dengan harga tinggi.” ungkap RO.

(RO) berharap pemerintah kabupaten (pemkab) Lampung selatan mengawasi penjualan harga pupuk bersubsidi secara ketat.karena para tengkulak semena mena memainkan harga salah satunya di kios Mumu di wilayah desa srikaton.

“Anggota petani disini banyak.Sering mengeluhkan harga jual pupuk bersubsidi mahal dan tidak seirama dengan aturan pemerintah.”ujar dia.

foto plang kios sengaja tidak dipasang, plang berada di dalam rumah

untuk diketahui kios pupuk bersubsidi di wilayah desa Srikaton sudah hampir berjalan 10 tahunan.Namun Harga Pupuk Bersubsidi dijual dengan harga tinggi.Ini bertentangan dengan peraturan pemerintah.

Sementara itu Mumu Selaku Pemilik Kios Pupuk Bersubsidi dirinya menyangkal menjual pupuk bersubsidi dengan harga eceran tertinggi (HET).Ada 20 orang anggota kelompok tani mengambil pupuk bersubsidi di kiosnya dengan harga Rp.90 ribu, Untuk pupuk Urea 90 jenis pupuk phonska Rp.90 jadi sepasang Rp.180 ribu.

Saat ditanya wartawan Koran Lampung ini kenapa kios pupuknya tidak dipasang Plang harga ? jawab Mumu Berbelit alasan dia akan ada penurunan harga pupuk bersubsidi dari pemerintah.”ucapnya berbelit.

Plangnya ada,Sambung dia tapi disimpan didalam rumah.”pungkasnya.

Sementara itu camat tanjung bintang dan kepala desa Srikaton belum dapat dikonfirmasi.(FH)

Views: 94

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *